Memperluas pasar hingga ke luar negeri melalui ekspor adalah sebuah pencapaian besar di setiap lini bisnis. Namun sebelum melakukan ekspor, ada baiknya untuk mencari tahu panduan menghitung biaya pengiriman ekspor agar bisnis Anda tetap untung.
Pasalnya menghitung biaya ekspor menjadi aspek krusial dalam perdagangan internasional. Melalui hasil perhitungan ini, nantinya Anda akan dapat menentukan harga jual produk sekaligus menempatkan posisi brand Anda bersaing di pasar internasional.
Apalagi biaya ekspor bisa naik karena berbagai faktor, misalnya saja yang baru-baru ini terjadi di mana adanya konflik di Laut Merah yang bisa mempengaruhi biaya logistik ekspor mengalami kenaikan hingga 10%.
Pada artikel ini akan dibahas apa saja faktor-faktor yang patut dipertimbangkan dan cara menghitung biaya pengiriman ekspor agar Anda tetap untung.
Untuk mendapatkan angka yang optimal, pahami terlebih dahulu faktor-faktor apa saja yang memengaruhi biaya ekspor. Berikut diantaranya:
1. Harga Pokok Produksi
Untuk menentukan biaya pengiriman ekspor, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu jumlah total dari harga pokok produksi atau HPP. Sebab HPP bukan hanya modal bahan baku, namun juga meliputi segala jenis operasional yang berlangsung selama barang tersebut diproduksi.
Apabila Anda tidak memproduksi barang ekspor sendiri atau menjadi reseller, maka ongkos pembelian barang, pengemasan, hingga pengiriman juga harus dihitung sebagai bagian dari harga pokok produksi (HPP).
2. Pengeluaran untuk Packaging
Selain menghitung biaya produksi agar HPP bisa ditentukan, maka selanjutnya adalah mempertimbangkan biaya pengeluaran untuk pengemasan (packaging).
Pada tahap ini, Anda perlu menghitung biaya pemilahan barang dari supplier atau dari pabrik untuk kemudian dikemas sebelum diekspor. Berapa biaya printing kemasan, cetak logo, dan lain-lain sebagainya.
3. Biaya Bank yang Menjembatani Pembayaran
Pada proses ekspor-impor, pembayaran akan dilakukan melalui bank dengan berbagai metode transaksi seperti Letter of Credit (L/C), Telegraphic Transfer (T/T), dan Cash Against Documents (CAD). Masing-masing dari metode tersebut tentunya memiliki ketentuan dan biaya yang berbeda.
Berikut kisaran biaya setiap metode pembayaran:
Tentunya kisaran ini bisa saja berbeda dari harga yang ditentukan saat transaksi berlangsung karena adanya perbedaan kebijakan bank maupun negara tujuan ekspor.
4. Upah Angkutan
Upah angkutan merupakan faktor yang harus masuk sebelum Anda menentukan biaya pengiriman ekspor. Biaya ini mencakup transportasi dari tempat asal (misalnya pabrik atau gudang) ke pelabuhan maupun bandara. Selain itu, ada pula biaya pengiriman dari pelabuhan atau bandara menuju tujuan pengiriman. Besarnya biaya ini dapat bervariasi tergantung dari jarak pengiriman dan jenis moda transportasi yang digunakan.
5. Biaya Jasa Forwarder
Menggunakan jasa forwarder terbukti mempermudah antara Anda dan importir. Mereka akan mempermudah proses pengiriman barang mulai dari gudang hingga sampai di tujuan beserta kepengurusan dokumen yang diperlukan. Namun meski demikian, kemudahan ini tidak datang secara gratis. Ada biaya yang harus Anda bayarkan dan ini pula yang menjadi pertimbangan sebelum melakukan ekspor.
6. Pengurusan Dokumen Ekspor
Karena melibatkan perdagangan antar negara, maka ada beberapa dokumen yang harus Anda urus sebelum melakukan ekspor. Dokumen ekspor ini bisa berbeda jenisnya tergantung dari negara tujuan ekspor. Anda harus bersiap untuk mengalokasikan budget dalam kepengurusan dokumen-dokumen ini.
7. Biaya THC dan Bea Keluar
Terminal Handling Charge adalah biaya yang akan dikenakan kepada eksportir saat Anda menggunakan full container untuk mengirim barang. Biaya ini bisa ada maupun tidak, tergantung dari seberapa banyak barang yang Anda kirim. Berbeda dengan bea keluar yang merupakan biaya wajib untuk dibayarkan dalam proses ekspor-impor. Besaran biaya bea keluar bisa berbeda tergantung jenis barang sesuai kode HS yang dikirim.
8. Biaya Kirim Barang Ekspor
Setiap barang yang diekspor bisa memiliki biaya atau ongkos kirim yang berbeda berdasarkan jarak, berat, dan jenis layanan pengiriman yang dipilih. Berikut beberapa estimasinya:
9. Biaya Asuransi
Peran asuransi dalam pengiriman kargo merupakan hal yang penting untuk melindungi barang dari risiko kerusakan maupun kehilangan selama di perjalanan. Biaya asuransi dapat dihitung berdasarkan persentase dari nilai total barang yang dikirim. Namun sebelum Anda menggunakan asuransi, pastikan Anda telah memahami jenis asuransi dan syarat klaim yang ditentukan.
Itulah 9 faktor yang harus Anda perhitungkan sebelum menghitung biaya pengiriman ekspor agar tetap untung. Jika Anda sudah siap mengirimkan barang-barang produksi ke pasar internasional, maka kini saatnya Anda mempercayakan proses pengirimannya pada jasa yang terpercaya selama lebih dari 30 bersama Uniair Cargo. Hubungi kami di contact@uniaircargo.co.id untuk dapatkan penawaran terbaik hari ini.
Contact the Uniair Cargo team
today for a FREE consultation and export cost estimate!
Also, follow us on Instagram at @uniaircargo
for logistics tips, up-to-date information, and export inspiration!